Travels

Family Travel to Banyuwangi, East Java in 2018

Hai sobat Kelana!

Aku mau cerita tentang pengalaman liburan ke Banyuwangi Desember tahun 2018 lalu. Ini untuk pertama kalinya kami ke Banyuwangi. Liburan bersama keluarga dalam rangka perayaan Natal tahun 2018. Keluargaku anggotanya ada 4 orang yaitu aku, Bapak, Ibu, dan my bro. Kami hobi pakai public transport kalau liburan, yaitu kereta api. Bapak sih yang paling seneng naik kereta api itu sebenernya. Jogja-Banyuwangi memakai KA. Sri Tanjung butuh waktu sekitar 14 jam perjalanan. Berangkat dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta sekitar pukul 9 pagi, sampai di Stasiun Banyuwangi Baru pukul 22.00. Kereta melewati beberapa stasiun dan berhenti lumayan lama di Stasiun Surabaya Gubeng.

Sampai di stasiun Banyuwangi Baru sudah malam dan kelaparan. Sebelum cari transport, kami cari makan dulu di warung-warung sekitar stasiun Banyuwangi Baru. Stasiun Banyuwangi Baru tergolong stasiun yang kecil dibandingkan stasiun legendaris lainnya di pulau Jawa. Sehingga fasilitas masih terbatas. Lupa waktu itu kami makan apa, kalau tidak salah indomie. Hahaha. Udah malem, warung terbatas, sepi, ga usah kebanyakan minta. Berharap sekarang sudah lebih baik fasilitas dan yang lainnya.

Stasiun Banyuwangi Baru Pukul 22.00 WIB

Keluar stasiun sudah dihadang taksi lokal. Tapi saya tetep kekeuh mau coba grab dulu, kabarnya sih bisa. Ternyata memang bisa tapi terbatas dan nyangkutnya lama. Apalagi udah malem kan, sekitar pukul 23.00. Grab sampai, langsung kita ke hotel yang udah kita pesan sebelumnya via Traveloka. Kami mempersiapkan liburan memang dari 3 bulan sebelumnya guys! Hahaha. Hotel-hotel di Banyuwangi tergolong mahal, apalagi kami liburan di waktu high season. Kami memilih Hotel Three B karena dari Traveloka pemandangannya terlihat bagus banget sih. Perjalanan tidak terlalu jauh, tapi akses jalan ke hotelnya lumayan bikin deg-deg an karena jalanannya menanjak. Kami lumayan takut sih. Karena tanjakannya bagi kami lumayan curam. Apalagi kondisi hujan, licin, takut selip. Akhirnya sampai hotel dengan aman. Ternyata, lebih mirip Villa dibandingkan hotel ya. Dengan harga Rp 450.000 per malam dan per kamar, kami mendapatkan kamar yang luas dengan view Selat Bali! Fasilitasnya ada kolam renang juga. Super worth it! Menurut kami ini hotel paling worth it diantara hotel-hotel lain yang pernah kami tempati. Tidur nyenyak sampai pagi.

Pagi hari kami dapat breakfast di restaurant hotel tersebut. Restaurantnya ada di lantai atas, sebagian in door dan sebagian out door. Dengan pemandangan bukit dan semua serba hijau. Keren banget sih. Betah lama-lama di sana. Menu sarapannya cukup sederhana tapi worth it. Cukup memuaskan. Saya suka sistemnya di sini karena buah-buahannya lengkap. Ada pisang, buah naga, dan semangka. 3 malam kami menginap di sana.

Obyek Wisata yang dikunjungi :

Karena kami tim mager dan bapak juga ibu tergolong usia lansia maka kami selalu memilih objek wisata yang nyaman dan terjangkau untuk dikunjungi lansia. Alasan kedua adalah tujuan liburan kami yang merayakan natal sekaligus staycation untuk menikmati pemandangan maka sejatinya lebih banyak di hotel. Dan karena takut naik turun mengingat akses jalan ke hotel membuat kami khawatir dan panik.

Objek Wisata Grand Watu Dodol

Ada banyak pilihan ojek wisata di Banyuwangi. Pesan Grab dan kebetulan drivernya bisa sekalian di rental dengan harga yang masuk akal. Hehehe. Untuk 1 objek wisata dan makan siang sebesar Rp 400.000. Ke Taman Wisata Baluran juga bisa, namun melihat jaraknya yang cukup jauh, maka timbulah rasa malas itu. Hahaha.

Objek Wisata Grand Watu Dodol menjadi pilihan kami. Harga tiketnya per orang sebesar Rp 10.000 (kalau tidak salah ingat) karena harga holiday session. Disana kalian bisa jalan-jalan dan duduk santai di tepi pantai sambal minum kelapa muda. Bapak dan Adik sempat nyobain keliling pakai perahu seharga 10.000 rupiah per orang. Lumayan. Untuk foto-foto bagus banget.

Kemudian kami kuliner Rawon di Rawon Bik Atik. Rawon Bik Atik 1 dan 2 pernah dicoba semuanya. Hehehe. Enak.

Kemudian ke Gereja Katolik Maria Ratu Damai untuk merayakan natal. Di sana terpesona dengan dekorasi gerejanya yang super keren. Dekorasinya pakai sembako, seperti beras, gula pasir, kecap, mie instan, minyak goreng dll.

Hari berikutnya kami pergi ke pusat oleh-oleh Osing Deles. Yap, keluarga kami memiliki kebiasaan selalu belanja oleh-oleh untuk kami sendiri, keluarga, maupun teman-teman. Kami beli batik untuk kembaran sekeluarga dengan motif khas Banyuwangi yaitu motif gajah ngoling. Kebetulan bulan Februari adik wisuda, jadi sekalian nganyari (pakai pertama kali) di momen wisuda itu. Harga kainnya per pcs atau per lembar sekitar Rp 125.000,- Ditambah dengan membeli oleh-oleh lain seperti kaos dan kopi.

Nanti di postingan selanjutnya saya berikan pengeluaran untuk kurang lebih 4 orang versi keluarga saya (harga tahun 2018). Tiap orang bahkan tiap keluarga punya versinya masing-masing ya. Selamat berkelana!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *